Pakuwon Gunakan Teknologi Soldier Pile, Disebut Mampu Tahan Tanah Gerak

Pematangan lahan, lanjut Paulus, ditargetkan selesai akhir tahun 2026, sedangkan pembangunan kawasan terpadu ditargetkan selesai pada 2030-2031 mendatang.

“Target operasional kami optimistis tahun 2030-2031 karena ini tergantung pematangan lahan. Pematangan lahan target akhir tahun selesai,” jelasnya.

Paulus menjelaskan soldier pile bukan pondasi, melainkan tiang yang dipasang untuk menahan tanah agar tidak gerak sehingga mengurangi rumah warga yang retak.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Semarang Sabet Penghargaan Kota Sehat Swastisaba Wiwerda

“Area lingkungan sekitar proyek terutama jalan gombel yang ada soldier pile akan lebih aman dari retakan dan ini akan berdampak sangat signifikan untuk mengurangi retakan atau tanah gerak di sekitar lokasi yang dipasang soldier pile,” kata dia.

HR NGA Pakuwon Iful Novianto menambahkan lokasi Gombel lama dipilih sebagai proyek pembangunan kawasan terpadu Pakuwon karena dinilai cukup unik karena memiliki pemandangan laut yang berada di area tinggi Kota Semarang.

“Jadi pengunjung yang datang ke mal itu bisa melihat view laut dan merasakan sejuk di area ketinggian Kota Semarang, ini yang belum ada mal di Semarang,” jelasnya.

BACA JUGA  Program Semarang Bersih Jadi Prioritas 100 Hari Kerja Agustin-Iswar Disambut Antusias Warga

Disinggung terkait banyaknya mal di Semarang dan persaingan bisnis yang ada, Iful menegaskan bahwa Pakuwon sudah memiliki nama besar, sehingga persaingan bisnis dianggap hal yang biasa terjadi.

“Pakuwon tidak takut bersaing karena kita bisa lebih maju dan bisa menjadi bahan koreksi diri jika ada persaingan, kami optimis itu,” pungkasnya.

Pos terkait