Pakuwon Gunakan Teknologi Soldier Pile, Disebut Mampu Tahan Tanah Gerak

MATASEMARANG.COM – Manajemen proyek pengembangan kawasan terpadu Pakuwon membeberkan upayanya dalam mengerjakan pembangunan kawasan yang di dalamnya juga akan dibangun Mal Pakuwon

General Manager Project Hgh Rise Pakuwon Paulus Louw menjelaskan saat ini sedang dalam tahap awal persiapan berupa pematangan lahan dan belum melakukan pembangunan fisik gedung utamanya.

Paulus menekankan pematangan lahan menjadi bagian yang sangat penting dilakukan karena daerah yang dijadikan proyek pembangunan merupakan area patahan aktif.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ini Bahaya Dunia Digital dalam Propaganda Kekerasan Radikal ke Generasi Muda

Paulus menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kajian terkait dengan lokasi pembangunan dengan berbagai ahli di bidangnya.

Salah satu yang utama adalah dengan menggunakan teknologi soldier pile pada persiapan lahan atau pematangan lahan.

Adanya soldier pile ini dinilai mampu menahan kestabilan lereng karena akan ada tujuh lapis soldier pile yang dipasang dengan diameter 1-2 meter dan panjang tiang 20-40 meter.

“Setiap project pasti ada dampak positif dan negatif. Dampak positifnya jika pembangunan sudah jadi maka akan bisa menyerap puluhan ribu lapangan kerja bahkan ada kenaikan nilai sosial di sekitar proyek,” jelas Paulus usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi C DPRD Kota Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.

BACA JUGA  Komunitas Tunarungu Ojol Dibekali Ilmu BLS di SAR Semarang

Sementara itu, Paulus juga mengakui adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari pembangunan proyek tersebut salah satunya yang dialami beberapa warga di sekitar proyek yang rumahnya mengalami keretakan.

“Kita komitmen ketika menimbulkan yang sifatnya negatif kita lakukan sosialisasi awal dan ada call center dan kita lakukan verifikasi. Ini ada 14 rumah yang mengalami retak dan kami sudah verifikasi ke warga dan akan kami lakukan perbaikan,” jelasnya.

Pos terkait