Akselerasi Program Waras Ekonomi, Disperin Kota Semarang Cetuskan Sistem Digital “Smart Indigo”

Temu Bisnis IKM Olahan Pangan di Semarang (matasemarang.com/Lia Dina)
Temu Bisnis IKM Olahan Pangan di Semarang (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Semarang meluncurkan inovasi sistem manajemen terintegrasi berbasis digital bernama Smart Indigo (Smart, Integrated, Green, and Opportunity).

Langkah strategis ini digulirkan guna mempercepat Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sekaligus mendukung penuh program prioritas Pemerintah Kota Semarang, Waras Ekonomi.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Arwita Mawarti menjelaskan bahwa ide ini lahir dari kebutuhan akan percepatan efisiensi tata kelola sentra industri lokal yang harus relevan dengan era digital dan prinsip ramah lingkungan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  HUT Kota Semarang, Bayar Parkir Pakai QRIS Hanya Rp479

“Aksi perubahan yang saya sebut Smart Indigo ini memungkinkan kita melakukan percepatan. Sistem ini menghubungkan sentra industri berbasis digital, berorientasi hijau (green), dan membuka peluang (opportunity) pasar seluas-luasnya untuk IKM,” kata Arwita disela-sela acara Temu Bisnis IKM Olahan Pangan di Hotel Gumaya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Inovasi Smart Indigo terbukti tidak sekadar menjadi konsep di atas kertas. Dalam implementasi perdana pada ajang temu bisnis (business matching), sistem ini langsung memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara sektor industri besar dengan para perajin lokal.

BACA JUGA  Gandeng Bank Jateng, Bayar Parkir di Purworejo Kini Bisa Pakai QRIS

Capaian hasil cepat (quick win) pertama dari program ini mencakup 10 pelaku bisnis/industri besar yang siap menyerap produk lokal, 21 IKM terpilih yang berhasil menjalin kemitraan dan lebih dari 40 produk IKM yang resmi disepakati masuk ke dalam rantai pasok mitra bisnis.

“Temu bisnis hari ini adalah salah satu wujud nyata percepatan dari aksi perubahan Smart Indigo untuk menunjang dan mendukung program Waras Ekonomi,” ujarnya.

Pos terkait