CEO KISA sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. John Choi mengatakan platform SDG’s ini menjadi salah satu inovasi layanan publik digital yang berskala sangat besar.
“SDG’S merupakan ekosistem layanan publik jarak jauh yang diterapkan untuk populasi hingga satu juta pengguna. Ini menjadi model yang sangat menarik dalam transformasi pelayanan publik berbasis digital,” kata Prof Choi.
Lebih lanjut, teknologi yang digunakan dalam platform ini memungkinkan berbagai data administrasi seperti Kartu Identitas Anak (KIA), kartu pelajar, hingga layanan transportasi publik saling terhubung tanpa mengharuskan warga mengunggah dokumen yang sama berulang kali.
“Kedepan akan diperluas, misalnya administrasi kependudukan, layanan kesehatan, pengaduan masyarakat, informasi publik, hingga berbagai layanan pajak dan retribusi daerah dalam satu ekosistem digital yang terhubung,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang Didik Dwi Hartono, mengatakan platform ini menjadi solusi atas persoalan klasik layanan digital pemerintah yang selama ini berjalan sendiri-sendiri di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Melalui SDG’s lebih dari 22 layanan OPD terintegrasi dalam satu platform. Warga tidak perlu lagi membuka banyak situs atau aplikasi berbeda hanya untuk mengakses layanan dasar pemerintah,” terangnya.
Didik menyampaikan, sistem tersebut tidak hanya mengintegrasikan layanan, tetapi juga menghadirkan mekanisme verifikasi identitas digital yang lebih aman, yakni Teknologi Know Your Customer (KYC) dan autentikasi berbasis perangkat diterapkan untuk memastikan keamanan data pengguna.


















