Pengguna Internet Indonesia 175,4 Juta Jiwa, Dakwah Digital Jadi Keniscayaan

Sekretaris Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Kasmui
Sekretaris Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Kasmui

Lebih jauh, AI dapat diaplikasikan dalam berbagai lini. Mulai dari aplikasi pembelajaran Alquran dengan pengenalan suara, asisten virtual untuk menjawab pertanyaan ibadah, hingga platform pembelajaran daring yang merekomendasikan materi personal.

Bahkan, dalam pengelolaan ibadah di masjid, AI bisa membantu mengelola jadwal dan keuangan, serta mempermudah pengingat waktu shalat atau kalkulasi zakat.

Ini semua adalah cara untuk mempercepat produksi dan penyebaran konten dakwah agar pesan-pesan Islam dapat menjangkau lebih banyak telinga dan hati tanpa terkendala sumber daya manusia yang terbatas.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Bolehkah Perempuan Menyembelih Hewan untuk Dikonsumsi? Simak Penjelasannya

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Semarang Sukamdo menyampaikan dakwah digital dan pemanfaatan AI bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan.

Sebuah alat strategis untuk memperkuat syiar Islam di tengah zaman yang terus bergerak cepat.

“Dengan teknologi, majelis tabligh dapat memperluas jangkauan pesan, meningkatkan interaksi, dan membuat ajaran Islam kian relevan bagi generasi kini,” terang Sukamdo.

Muhammadiyah punya tanggung jawab besar dalam membentuk kultur digital yang positif.

Melalui dakwah digital yang cerdas dan terencana, kita bisa melahirkan pesan-pesan yang mencerahkan, menebar rahmat bagi seluruh alam, dan menjadikan setiap jemari yang berselancar di dunia maya sebagai sarana kebaikan.

Pos terkait