MATASEMARANG.COM – Sekretaris Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Kasmui menyatakan dakwah melalui medium digital merupakan keniscayaan hari ini dan pada masa mendatang.
Kasmui menjelaskan bahwa informasi dan data telah menjelma menjadi kekuatan baru dalam peradaban manusia modern.
Di Indonesia saja, pengguna internet mencapai 175,4 juta jiwa. Ini berarti, arena dakwah digital memiliki jangkauan audiens yang amat luas, tak lagi terbatas ruang dan waktu seperti halnya berorasi dari mimbar masjid.
Muhammadiyah, dengan visinya yang berkemajuan, wajib memanfaatkan medium ini untuk menyebarkan pesan Islam moderat, khususnya kepada generasi muda yang kini akrab dengan gawai mereka.
“Tak cukup hanya dengan lisan, dakwah kini harus juga melalui tulisan, aksi nyata, dan tentu saja, media sosial yang kini ibarat ‘dunia kedua’ bagi banyak orang,” terangnya dalam keterangan tertulis.
Diskusi semakin menarik ketika membahas peran AI. Kecerdasan Buatan, bersama Internet of Things (IoT) dan Big Data, adalah pilar utama Era Society 5.0 yang tak bisa dielakkan.
Kasmui, ahli IT dan AI yang juga dosen Unnes itu memaparkan bahwa AI menawarkan inovasi signifikan untuk membuat dakwah lebih cerdas, efisien, dan efektif.
“Bayangkan saja, AI bisa menjadi asisten kita untuk menganalisis data demi membuat konten yang lebih relevan dan sesuai kebutuhan umat. Ia juga bisa membantu menyebarkan pesan melalui chatbot, aplikasi, hingga konten video adaptif ke audiens global,” ujarnya.





















