Ia juga menyarankan mengonsumsi buah dan sayur kaya air seperti semangka, melon, jeruk, timun, selada, atau sup berkuah bening untuk asupan cairan dan mineral alami.
Selain mencukupi kebutuhan cairan, langkah sederhana untuk mencegah dehidrasi saat musim kemarau, Putri menyarankan mengenakan pakaian yang berbahan katun ringan, longgar, dan berwarna terang karena warna gelap menyerap panas lebih banyak.
“Gunakan pelindung fisik seperti pakai topi bertepi lebar atau payung, kacamata hitam, serta sunscreen agar suhu tubuh tidak cepat naik akibat paparan sinar matahari langsung,” ujar dia.
Lebih lanjut, Putri menyampaikan bahwa saat musim kemarau, suhu udara yang tinggi memicu tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak sebagai mekanisme alami untuk mendinginkan diri atau termoregulasi.
Selain itu, udara kering mempercepat penguapan cairan tubuh lewat pernapasan dan kulit tanpa disadari atau insensible water loss.
“Jika cairan yang keluar tidak segera digantikan, tubuh akan mengalami defisit cairan atau dehidrasi,” ujar dia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi menghadapi kemarau yang lebih panjang serta kering mengingat El Nino diperkirakan baru akan mulai meluruh pada awal tahun 2027. [Ant]


















