Petinju Berbakat Ini Meninggal setelah 11 Tahun Cedera Otak Akibat Kena Pukulan Bagian Kepala Belakang

Prichard Colon Melendez
Prichard Colon Melendez. Dok. WBC

Didukung di setiap langkahnya oleh dedikasi luar biasa dan cinta tanpa lelah dari orang tuanya, Nieves dan Richard Colon, ia menjadi simbol global ketahanan, iman, dan martabat.

Sejak hari tragis itu, WBC dan keluarga tinju global berjanji untuk tidak pernah melepaskan tangan Prichard atau orang-orang yang dicintainya.

Sebagai pengakuan atas semangatnya yang pantang menyerah dan perjuangan tanpa henti keluarganya, WBC menobatkannya sebagai Juara Dunia Kehormatan, dan memberinya sabuk Hijau dan Emas ikonis yang selalu pantas ia dapatkan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Liga Champions: Man City Ditekuk Bayer Leverkusen di Kandang

Kecelakaan tragis yang menimpa Prichard bukanlah tanpa alasan. Peristiwa itu menginspirasi WBC untuk secara tegas memperkuat peraturan keselamatan, menerapkan toleransi nol untuk pukulan ke bagian belakang kepala (pukulan kelinci) dan memberlakukan protokol medis yang lebih ketat untuk melindungi integritas semua petarung di seluruh dunia.

Presiden Mauricio Sulaiman beserta seluruh keluarga WBC menyampaikan belasungkawa, doa, dan pelukan tulus terdalam kepada orang tua, keluarga, dan rakyat Puerto Rico yang heroik di masa duka itu.

BACA JUGA  FAM Ajukan Banding ke FIFA Terkait Sanksi Pemalsuan Dokumen Naturalisasi

Prichard Colon tak lagi menderita karena hari ini ia telah menggantungkan sarung tinju duniawinya untuk beristirahat dalam kedamaian abadi dan mengenakan mahkota abadi yang diperuntukkan bagi para pejuang sejati.

“Beristirahatlah dengan tenang, Prichard tersayang. Warisan dan senyummu akan hidup selamanya di hati kami,” demikian WBC. [Ant]

Pos terkait