“Orang datang ke Bali ingin lihat Bali. Dia tidak ingin lihat iklan besar-besar,” ujarnya.
Selain baliho dan spanduk, Presiden turut menyinggung persoalan kabel listrik dan utilitas yang menjuntai tidak tertata di ruang publik.
“Kabel-kabel listrik seliweran, semrawut. Ini harus dibenahi,” kata Presiden.
Presiden meminta kepala daerah melakukan penertiban dengan pendekatan dialog dan musyawarah, bukan secara represif, dengan melibatkan pelaku usaha dan asosiasi terkait.
“Ajak bicara pengusaha, Kadin, HIPMI, asosiasi pengusaha. Bikin iklan yang sopan, ini untuk kita semua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan usaha tetap perlu difasilitasi, namun harus sejalan dengan kepentingan publik, tata kota yang tertib, serta upaya menjaga keindahan dan identitas daerah.
Arahan tersebut menjadi penekanan Presiden kepada pemerintah daerah agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas ruang publik dan keberlanjutan lingkungan perkotaan. [Ant]


















