Proses Pengusulan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional, Februari Harus Dikirim ke Pusat

“Timnya sudah siap, para pengkaji lengkap. Awal Februari data resmi dari Pemkot harus dikirim. Kalau melewati batas, tidak bisa masuk dalam pengajuan,” terangnya. 

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopisoda) Muhammad Ichwan menyatakan Kota Semarang membutuhkan figur teladan yang dapat dikenalkan kepada generasi muda.

“Anak sekolah perlu contoh pahlawan dari kotanya sendiri. Misalnya di Jepara punya Kartini, Jawa Timur ada Hasyim Asy’ari, dan di Yogyakarta ada Ahmad Dahlan,” tutur Ichwan. 

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Marsinah Jadi Pahlawan Nasional

Ichwan mengatakan upaya mengangkat KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional telah dilakukan sejak lama. Berbagai pihak mengumpulkan manuskrip, peninggalan, serta melakukan penelitian yang kemudian melahirkan komunitas Kopisoda pada tahun 2012.

Penelitian itu meliputi penerjemahan kitab, pencetakan ulang naskah, hingga penulisan buku-buku baru tentang pemikiran KH Sholeh Darat. Dia menyebut jumlah skripsi, tesis dan disertasi tentang sosok guru dua ulama tersebut terus bertambah.

“Seperti mutiara yang dulu tenggelam, sekarang kembali berkilau. Murid-murid beliau (Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan) saja sudah jadi pahlawan, masa gurunya belum,” ungkapnya. 

BACA JUGA  ASEAN-ID Nourish: Wujudkan Komitmen untuk Program Makanan Sekolah dan Pemenuhan Gizi Anak

Dia menambahkan kajian terhadap kitab-kitab KH Sholeh Darat menunjukkan kuatnya ajaran anti-penjajahan dan cinta tanah air yang kemudian memengaruhi para muridnya. Pasalnya nilai serupa juga ditemukan dalam karya-karya KH Hasyim Asy’ari.

“Setelah dibuka kitab-kitabnya, jelas ada ajaran KH Sholeh Darat soal semangat perjuangan melawan penjajah dan cinta tanah air. Itu yang menginspirasi murid-muridnya,” tuturnya.

Pos terkait