Adapun secara umum, Danantara meminta Telkom untuk memangkas sekitar 60 anak perusahaan menjadi 22 saja.
Terkait progres tersebut, Seno mengatakan pihaknya masih berupaya memastikan proses dan tata kelola yang tepat, sehingga membutuhkan waktu secara bertahap.
“Kita mesti memastikan governance process-nya betul, hipotesanya dan tahapannya semuanya betul,” kata dia dikutip Antara.
Ia menilai langkah perampingan tersebut merupakan bagian dari agenda transformasi perusahaan untuk memperkuat fokus bisnis utama serta meningkatkan pengelolaan aset.
Selain itu, Telkom juga tengah melakukan penataan portofolio bisnis agar dapat menciptakan nilai tambah yang jauh lebih besar sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.
Sejalan dengan itu, Telkom juga memperkuat peran perusahaan sebagai induk usaha strategis (strategic holding). Sementara, operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama pada masing-masing lini usaha. ***


















