MATASEMARANG.COM – Menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional yang ditonton ratusan juta pemirsa lewat layar televisi maupun gawai memang tidak murah.
Duit yang dikeluarkan hanya untuk bayar biaya penyelenggaraan (hosting fee) MotoGP Mandalika mencapai ratusan miliar rupiah.
Menurut catatan, pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022, hosting fee sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi (Kemenparekraf) sebesar Rp174,6 miliar.
Kemudian pada MotoGP Mandalika 2023, ITDC dan Kemenparekraf membayar hosting fee sebesar Rp176,8 miliar. Dengan rincian ITDC sebesar Rp98 miliar dan Kemenparekraf Rp78,8 miliar. Sedangkan pada tahun 2024, biaya hosting fee MotoGP Mandalika mencapai Rp231,29 miliar.
Belum diketahui berapa hosting fee pada MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika. Namun diperkirakan tidak kurang dari Rp200 miliar.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pembayaran hosting fee atau biaya komitmen penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 ditanggung oleh pemerintah pusat.
“Kalau hosting fee itu urusan pemerintah pusat, bukan daerah,” ujarnya pada wartawan usai menerima kehadiran Panglima Kopassus Letnan Jenderal TNI, Djon Afriandi di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Senin.
Ia mengatakan komitmen daerah hanya pada pemberian bantuan in-kind atau kontribusi untuk pembayaran di luar urusan teknis MotoGP, seperti biaya tim kesehatan.
“Kita memberikan bantuan dalam bentuk in-kind seperti tahun lalu. Misalkan, dulu mereka bayar tim kesehatan, itu tidak lagi. Karena, sejak tahun lalu (tim kesehatan) kita gratis-kan. Jadi, nanti Pemda yang bayar ke rumah sakit, sehingga berputar di dalam uang itu,” kata Iqbal.
Iqbal menyatakan tidak ada kewajiban yang mengatur bahwa daerah ikut menanggung pembayaran hosting fee pada penyelenggara MotoGP. Namun, demikian sebagai lokasi penyelenggaraan atau tuan rumah berlangsungnya balap motor paling bergengsi di dunia itu, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk berkontribusi menyukseskan.
“Jadi, kita memberikan dukungan dalam banyak hal,” ucapnya.
Ia mencontohkan bentuk dukungan atau bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah, yakni tim kesehatan, transportasi atau shuttle bus, penyediaan helikopter, dan lain-lain.
“Tahun lalu itu kita melakukan mulai penyiapan transportasi dari Mataram, Praya, hingga Sirkuit Mandalika. Kemudian kesehatan kita bantu, penyediaan helikopter juga kita bantu meski nggak punya karena pinjam, hingga pagelaran kebudayaan juga kita bantu. Intinya, mana yang bisa kita bantu, ya kita bantu,” katanya.
Hosting fee MotoGP adalah biaya komitmen penyelenggaraan yang wajib dibayarkan oleh negara tuan rumah kepada pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sports atau kini MotoGP Sports Entainment Group. [Ant]


















