Ricuh Dialog di UGM, Qodari: Itu Semau Mereka Saja, Bukan Demokrasi

MATASEMARANG.COM – Ricuh diskusi di UGM Yogyakarta yang menghadirkan tiga pejabat tinggi negara ditanggapi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.

Qodari menegaskan dalam praktik negara demokrasi wajib mengedepankan dialog. Pemerintah selama ini berkomitmen untuk terus berdialog dengan masyarakat dalam upaya menjalankan dan terus meningkatkan kualitas program prioritas nasional.

Pernyataan Qodari ini menanggapi penolakan sebagian mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap kedatangan tiga pejabat negara pada sebuah acara diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, Senin (15/6) malam.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Meta Minta Perpanjangan Waktu Bahas PP Tunas

“Yang namanya demokrasi itu bisa terjadi kalau ada dialog. Kalau tidak ada dialog, hanya tuntutan, kan bukan demokrasi namanya. Itu namanya semua gue, maunya dia saja,” kata Qodari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono itu sempat berjalan lancar.

Di tengah diskusi, datang sejumlah mahasiswa yang merangsek ke panggung dan membentangkan spanduk penolakan. Ruang diskusi kemudian menjadi bubar.

BACA JUGA  Prabowo Disambut Yel-Yel 'Dua Periode' di Kongres PSI

Menanggapi acara dialog tersebut, Qodari melihat sebagian mahasiswa merestui, bahkan diketahui otoritas kampus. Bahkan, acara diskusi sempat berjalan lancar dan mahasiswa tertib.

“Jadi, sebetulnya kan ada anomali di situ, ada interupsi,” ujar Qodari.

Terkait ada anggapan bahwa mahasiswa yang merangsek diskusi itu merasa capek dengan diskusi dan ingin menuntut kepada pemerintah, Qodari melihat hal itu sebagai amarah semata.

Pos terkait