MATASEMARANG.COM – Kinerja Bank Jateng Cabang Boyolali menjadi perhatian Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah karena tercatat rasio Non-Performing Loans (NPL) di Boyolali mendekati ambang batas 5 persen, sementara kondisi di Klaten relatif lebih terkendali.
Ketua Komisi C DPRD Jateng Bambang Hariyanto menjelaskan pengawasan terhadap rasio NPL menjadi indikator utama dalam menilai kesehatan perbankan daerah.
“Klaten relatif tidak ada masalah dalam hal NPL. Sementara Boyolali hampir menyentuh 5 persen, sekitar 4 persen lebih,” ujarnya, 12 Juni 2026.
Menurut Bambang, tantangan sektor perbankan saat ini tidak hanya dialami Bank Jateng, melainkan persoalan umum industri jasa keuangan.
Dua masalah utama adalah keterbatasan penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi pimpinan cabang untuk mencari solusi.
“Keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran kredit menjadi faktor penting menjaga kinerja perbankan tetap sehat. Yang penting adalah bagaimana kolaborasi dan inovasi dari pimpinan cabang untuk keluar dari problem pelik,” katanya.
Bambang menambahkan, tekanan ekonomi global akibat faktor geopolitik dan geoekonomi turut memengaruhi sektor perbankan.
Meski demikian, kunjungan Komisi C juga bertujuan memberi motivasi agar Bank Jateng tetap optimistis.
Dalam paparannya, Kepala Bank Jateng Cabang Klaten Tri Santoso menyebut target penghimpunan dana pihak ketiga hingga akhir 2026 optimistis tercapai. Hingga Mei 2026, realisasi sudah mencapai Rp1,82 miliar atau 112 persen dari rencana Rp1,62 miliar.
















