Ia menjadi bagian dari segelintir orang yang terus meniup bara, menjaga nyala api kesenian rakyat itu agar tetap berkobar dan tidak padam ditelan waktu.
Sarwoto Ndower, Merawat Nyala Api Kesenian Tradisional Jawa lewat Humor dan Kritik Sosial

Pos terkait
Morinaga Edukasi Orang Tua Siapkan Anak Jadi Pemimpin Masa Depan
Indonesia Tembus 10 Besar Pengguna ChatGPT Terbanyak di Dunia
Tulisan “No Pork, No Lard” di Kedai Tidak Otomatis Menunya Dijamin Halal
Butuh Waktu 4 Bulan untuk Buat Motif Sakral Tenun Troso Jepara
Layers of Living: Eksplorasi Seni Tanpa Batas Horestes Vicha di Artotel Gajahmada
Columbia Asia Hospital Semarang Hadirkan Layanan Jantung Terintegrasi
Belasan Anak Berambut Gimbal Ikuti Ruwatan di Candi Arjuna Dieng
2 Tahun Hadir di Semarang, Awanncosta Sedot 1,3 Juta Pengunjung
Debut Reza Arap di “Harusnya Horor” Mengenang Mendiang Lula Lahfah
Durian Padel Buka di Tembalang, Tawarkan Lapangan Berstandar Internasional

















