Siapkah Indonesia jika Internet dan Listrik Padam?

Penelitian Rizal dkk. (2025) mengenai komunikasi bencana berbasis komunitas di Pangandaran menyoroti pentingnya menghubungkan media digital dengan pengetahuan lokal, pendidikan kebencanaan, dan komunikasi berbasis masyarakat. Teknologi akan lebih berguna ketika masyarakat memahami cara memanfaatkannya, sekaligus siap menghadapi situasi ketika teknologi itu tidak tersedia.

Kesiapan ini juga perlu memperhitungkan perbedaan kondisi warga. Masyarakat di wilayah terpencil, kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang bergantung pada layanan digital untuk bekerja atau mengakses bantuan sosial dapat menghadapi hambatan yang berbeda. Pemulihan perangkat belum tentu berarti seluruh warga telah kembali mendapatkan akses layanan.

Di sinilah latihan ketahanan digital perlu melampaui urusan teknis. Pemerintah harus memastikan bahwa layanan penting tetap dapat diakses, informasi yang dibutuhkan masyarakat tetap tersedia, dan kelompok yang paling rentan tidak tertinggal ketika sistem digital terganggu.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan transformasi digital pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh luasnya konektivitas. Ukuran lainnya adalah kemampuan menjaga layanan dan melindungi masyarakat ketika koneksi itu hilang.

Indonesia perlu menjadikan latihan ketahanan digital sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional. Bukan karena gangguan pasti terjadi, melainkan karena titik lemah infrastruktur dan koordinasi akan lebih mudah diperbaiki sebelum krisis datang. Kedaulatan digital bukan berarti menjamin gangguan tidak pernah terjadi. Kedaulatan itu juga tercermin dari kemampuan negara dan masyarakat menjaga layanan, menyampaikan informasi yang dapat dipercaya, dan memulihkan kehidupan ketika infrastruktur digital tidak berfungsi.

Pos terkait