Selain itu ada beberapa titik tanggul yang rembes, ataupun limpas sehingga air cepat masuk ke permukiman warga mulai sekitar pukul 18.00 dan terus meningkat sekitar pukul 21.00.
“Sekitar jam 20.00 malam air mulai masuk rumah, apalagi rumah saya dekat sungai. Ini limpasan air sungai, tapi banjir kali ini yang cukup parah,” kata Novianti, Warga RT 5 RW 4, Kelurahan Mangunharjo.
Dia mengatakan air di dalam rumahnya sekitar 50 cm, sementara di luar rumah lebih hingga hampir sepinggang orang dewasa.
“Harapannya tentu normalisasi, karena sudah beberapa kali ini warga kebanjiran,” ungkapnya.
Lurah Mangunharjo Siti Komariyah mengatakan banjir yang terparah di wilayahnya terjadi di RW 4, bahkan wilayah tersebut sempat terisolir karena berada tidak jauh dari bibir Sungai Plumbon.
“Hampir semua RT terdampak, ada pula beberapa tanggul yang jebol. Kemarin Desember warga kebanjiran dua kali, Januari ini kebanjiran lagi,” kata dia.
Dia menjelaskan, saat ini warga masih waspada banjir lantaran curah hujan yang tinggi. Rencananya akan dilakukan penanganan sementara untuk tanggul yang jebol setelah air surut, selain itu juga ada rencana pendirian dapur umum bagi warga yang terdampak.
“Saat ini debit air masih tinggi, warga masih waspada. Jumat 16 Januari 2026 kita dirikan dapur umum,” terangnya.
Selain merendam rumah warga, akses jalan di Jalan Pantura sempat lumpuh karena banjir. Adapun banjir terjadi dibeberapa titik. Salah satu yang terparah adalah di depan Universitas Terbuka dimana ketinggian air sekitar satu ban motor.


















