Trump: Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Penuh

Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri

Eskalasi berlanjut pada 22 Juni setelah Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan, sehingga resmi melibatkan diri dalam perang Israel terhadap Iran.

Setelah serangan itu, Trump berkata bahwa Teheran “harus setuju untuk mengakhiri perang sekarang” kalau tak mau menghadapi konsekuensi yang lebih serius.

Iran pun membalas serangan AS dengan meluncurkan rudal ke Pangkalan Militer AS Al Udeid, Qatar, Senin.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Dahsyat, Ketinggian Letusan 18.000 Meter!

Iran terus membantah program nuklirnya memiliki tujuan militer. Senada, menurut Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi pada 18 Juni, pihaknya juga belum melihat bukti Iran memiliki program pengembangan senjata nuklir.

Terlebih lagi, menurut laporan CNN pada 17 Juni merujuk pada sumber terkait, pihak intelijen AS mencapai kesimpulan yang sama bahwa Iran tidak secara aktif melakukan pengembangan senjata nuklir.

Iran: Belum Ada Kesepakatan Gencatan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan gencatan senjata atau penghentian operasi militer antara Iran dan Israel.

BACA JUGA  Pria Dituduh Panggul Mayat, Ternyata Isi Karungnya Biawak

Namun, ia menegaskan bahwa jika Israel menghentikan serbuan terhadap Iran paling lambat pukul 04.00 waktu Teheran (08.30 WIB), maka Iran tidak akan melanjutkan serangan balasannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui akun media sosial X miliknya pada pukul 00.46 GMT (07:46 WIB).

“Sampai saat ini, TIDAK ADA ‘kesepakatan’ mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer. Namun, jika rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 04.00 waktu Teheran (08:30 WIB), kami tidak berniat melanjutkan serangan balasan setelah itu,” tulis Araghchi.

Pos terkait