Wali Kota Agustina Dorong Alun-Alun Semarang Jadi Pusat Budaya

“Apa yang anak-anak lakukan hari ini akan tercatat dalam sejarah perjalanan hidup mereka. Kelak saat dewasa, mereka akan mengingat indahnya kenangan masa kecil ketika menjadi pusat perhatian di panggung budaya kota ini,” jelasnya.

Nostalgia Dugderan juga menghadirkan suasana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tradisi yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya Kota Semarang dipertemukan dengan penampilan generasi muda serta kegiatan bazar yang melibatkan pelaku UMKM di sekitar kawasan.

Kehadiran rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memberi kesempatan bagi para kafilah MTQ Nasional XXXI dari berbagai daerah untuk mengenal suasana dan budaya lokal Kota Semarang di sela rangkaian kegiatan utama yang mereka ikuti.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Dini Inayati Salurkan Kendaraan Roda 3 Bak Sampah, Wujudkan Aspirasi Warga Kelurahan Tandang Semarang

Agustina berharap suasana tersebut dapat terus dijaga hingga seluruh rangkaian side event MTQ Nasional XXXI berakhir pada 18 September mendatang. Ia juga membuka peluang kolaborasi untuk menghadirkan kegiatan tambahan yang dapat membuat kawasan tetap ramai dikunjungi.

“Mari kita jaga bersama suasana ramai ini. Kita berikan ruang bagi anak-anak untuk menari, sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung ke Kota Semarang,” ujarnya.

Bagi Agustina, keberlanjutan kegiatan di kawasan Alun-Alun bukan semata tentang menghadirkan acara, tetapi bagaimana ruang tersebut terus digunakan untuk mempertemukan masyarakat, merawat budaya, dan memberi kehidupan bagi lingkungan di sekitarnya. [AZM]

BACA JUGA  Agustina Wilujeng Kirim 4 Ambulans Bantu Warga Semarang Korban Kecelakaan Bus di Pemalang

Pos terkait