- Dua bahan peledak diduga mortir aktif kaliber 60 mm ditemukan warga di Tinjomoyo, Banyumanik saat kerja bakti pembersihan lahan
- Tim Jibom Gegana Polda Jateng sukses mengamankan dan membawa mortir tersebut ke lokasi disposal pada Selasa 11 Agustus 2026 sore
- Polisi mengimbau masyarakat untuk segera menjauh dan melapor jika mendapati benda asing menyerupai amunisi militer
MATASEMARANG.COM – Personel Polsek Banyumanik bersama Tim Jinak Bom (Jibom) Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Tengah bergerak cepat menangani penemuan dua benda diduga kuat mortir aktif kaliber 60 mm pada Selasa 11 Agustus 2026.
Benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat saat sedang membersihkan lahan kosong di Jalan Setiabudi, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Mendapati objek menyerupai proyektil bahan peledak, warga tidak mengambil risiko dan langsung melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Banyumanik segera mendatangi lokasi untuk memasang garis polisi (police line) dan mensterilkan area dari warga sebelum berkoordinasi dengan Tim Jibom.
Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Jateng yang tiba di lokasi langsung menjalankan prosedur standar (SOP) pemeriksaan dan pengangkatan kedua objek militer tersebut.
Kedua bahan peledak tersebut berhasil dievakuasi dengan aman tanpa kendala, lalu dibawa menuju lokasi pemusnahan (disposal) untuk penanganan teknis lebih lanjut.
Seluruh rangkaian proses pengamanan hingga evakuasi dinyatakan selesai sekitar pukul 15.00 WIB dalam situasi kondusif.
Imbauan Keselamatan dari Kapolsek Banyumanik
Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat warga yang tidak bertindak ceroboh saat menemukan benda berbahaya.
Ia menegaskan kembali agar masyarakat senantiasa waspada dan tidak menyentuh objek asing yang mencurigakan di sekitar pemukiman.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila menemukan benda asing yang mencurigakan, khususnya menyerupai amunisi atau bahan peledak, untuk tidak menyentuh atau memindahkannya. Segera menjauh dari titik lokasi dan laporkan kepada petugas kepolisian terdekat agar dapat ditangani secara benar sesuai prosedur keselamatan,” imbau Kompol Hengky Prasetyo.

















