Warisan Sunan Pandanaran Jadi Akar Semarang sebagai Kota Religius

Rangkaian Haul Sunan Pandanaran (matasemarang.com/Lia Dina)
Rangkaian Haul Sunan Pandanaran (matasemarang.com/Lia Dina)

Agustina menambahkan, Pemerintah Kota Semarang terus mempersiapkan berbagai aspek penyelenggaraan MTQ Nasional, mulai dari infrastruktur, pelayanan, hingga penyambutan tamu dari seluruh Indonesia. Namun, menurutnya, yang tidak kalah penting adalah menghadirkan pengalaman tentang karakter Semarang sebagai kota yang mampu memadukan kemajuan dengan pelestarian sejarah dan budaya.

“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang tidak hanya merasakan pelayanan terbaik, tetapi juga mengenal sejarah kota ini, mengunjungi jejak perjuangan Sunan Pandanaran, serta merasakan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, budaya, dan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

BACA JUGA  Pemkot Semarang Peringati Nuzulul Qur'an

Rangkaian Haul Sunan Pandanaran diawali dengan tabur bunga di makam Ki Ageng Pandanaran pada 3 Juli 2026, dilanjutkan Tawasul Akbar yang dipimpin Prof. Dr. Mustafid, dan akan ditutup dengan Kirab Budaya Ki Ageng Pandanaran pada 11 Juli 2026. Seluruh rangkaian menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya dan religius Kota Semarang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Peringatan Hari Santri, Pemkot Semarang Kawal Pembentukan Perda Pesantren

Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan, menyampaikan bahwa haul merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga warisan perjuangan Ki Ageng Pandanaran sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi penerus.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Semarang yang terus mendukung pelestarian situs sejarah dan tradisi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter kota.

Melalui Haul Sunan Pandanaran 1448 Hijriah, Pemerintah Kota Semarang ingin memastikan bahwa persiapan menuju MTQ Nasional XXXI tidak hanya diwujudkan melalui kesiapan penyelenggaraan, tetapi juga melalui penguatan identitas Semarang sebagai kota yang maju, religius, berbudaya, dan tetap setia menjaga warisan para pendirinya. Dengan demikian, MTQ Nasional diharapkan menjadi panggung untuk memperkenalkan kepada Indonesia bahwa Semarang adalah kota yang berhasil memadukan kemajuan pembangunan dengan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai-nilai keislaman. ***

Pos terkait