Staf Mengaku Dirjen dan Memalak Petani Ratusan Juta Rupiah Dipecat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. ANTARA

MATASEMARANG.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah cepat tegas, memecat staf yang mengaku sebagai direktur jenderal (dirjen) di kementeriannya dan memalak petani hingga ratusan juta rupiah yang ingin mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, mengatakan keputusan tersebut sangat berat secara pribadi karena dirinya terbiasa mengabdi dan membantu masyarakat. Namun demi negara, seluruh penyimpangan harus ditindak karena fasilitas kementerian berasal dari pajak rakyat.

BACA JUGA  23 Personel Marinir Jadi Korban Tanah Longsor Cisarua

“‘Lapor Pak Amran’ membuahkan hasil. Ada traktor di 99 titik. Setiap (petani) ‘ngambil’  traktor itu (oknum staf minta) bayar. Padahal itu gratis untuk rakyat. Ada pegawai Kementerian (Pertanian), ya… diberhentikan, apa boleh buat,” kata Amran.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan berdasarkan laporan masyarakat, kementerian mengungkap adanya pungutan berkisar Rp50 juta hingga Rp600 juta setiap pengambilan alsintan di berbagai daerah. Atas semua kejadian itu kementerian tindakan, sehingga seluruh berkas langsung diserahkan kepada kepolisian untuk diperiksa secara menyeluruh.

BACA JUGA  Komandan Operasi OPM Tewas dalam Baku Tembak dengan Satgas Habema

“Langsung tindaklanjuti kalau perlu bawa, periksa hari ini. Dan Pak Sekjen, berhentikan (staf) di kementerian. Enggak boleh. Saya sudah bilang, jangan macam-macam. Aku dapat, pasti saya pecat. Enggak boleh (tidak),” kata Amran, menegaskan.

Ia menegaskan praktik pemerasan kepada petani tidak manusiawi karena mereka sudah hidup dengan berbagai kesulitan sehingga negara wajib hadir untuk memastikan bantuan diberikan gratis tanpa pungutan apa pun.

Pos terkait