Staf Mengaku Dirjen dan Memalak Petani Ratusan Juta Rupiah Dipecat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. ANTARA

Pelaku dari Luar Kementan Lebih Banyak

Selain oknum internal, Amran menyebut ada pihak luar yang turut menipu petani dan meminta aparat kepolisian segera mengejar mereka karena aksi tersebut merugikan negara serta menghambat program bantuan nasional.

“Dan pelakunya dari (Kementerian) Pertanian satu. Dari luar lebih banyak. Dan aku berhentikan hari ini (yang dari Kementerian Pertanian),” ujar dia dikutip Antara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  PKS Ajak Anak Muda dan Mahasiswa Punya Nyali Bicara

Amran mengungkapkan setidaknya dari 99 titik yang diketahui, setiap titik melibatkan beberapa penerima. Sehingga potensi kerugian sangat besar dan harus ditindak cepat melalui penelusuran bukti serta pemeriksaan lanjutan.

Ia mengapresiasi keberanian masyarakat melapor karena dari 2.890 laporan dalam satu minggu, sebanyak 504 laporan telah diverifikasi dan menjadi dasar penindakan yang kini membuahkan hasil nyata di lapangan.

Amran menegaskan bantuan traktor, benih dan bibit termasuk kakao, mente, kelapa, pala dan tebu merupakan program gratis bernilai triliunan rupiah sehingga masyarakat harus menolak dan melaporkan bila dimintai biaya.

BACA JUGA  Polri Tunjukkan Kecanggihan Sistem Pemantauan Arus Mudik Lebaran 2026

Ia memastikan identitas seluruh pelapor dijamin kerahasiaannya dan hanya diketahui oleh dirinya, serta satu asisten pribadi. Sehingga masyarakat dapat mengirim bukti tanpa rasa takut karena keamanan mereka dipastikan terjaga penuh.

Oknum Kementerian Pertanian yang diberhentikan diketahui bekerja di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan namun sering mengaku sebagai dirjen ketika bertugas di lapangan, ujar dia.

Amran mengatakan oknum tersebut sudah mengaku menerima uang berkali-kali, padahal sebelumnya berpura-pura khilaf, sehingga kasus itu menjadi bukti bahwa pungutan ilegal harus ditindak tegas sebagai tindak pidana.

Pos terkait