Menurut Hermawan, temuan ini membuka peluang pengembangan mi lethek sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan nasional berbasis singkong yang mudah dibudidayakan dan adaptif terhadap lingkungan.
Ia menilai produk ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap gandum impor.
Hermawan juga mendorong inovasi lanjutan melalui fortifikasi dengan bahan pangan lokal lain tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.
“Mi lethek bukan sekadar makanan, melainkam bagian dari sejarah dan budaya. Dengan pendekatan ilmiah, potensinya dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan pangan sehat pada masa depan,” tutur Hermawan. ***





















