Khusus di Kecamatan Karangtengah, lanjut dia, merupakan salah satu sentra penghasil produksi padi di Kabupaten Demak, dengan capaian luas tanam seluas 4.951 hektare.
Namun, banjir yang terjadi di wilayah tersebut menyebabkan kerusakan dan genangan lahan sawah seluas 512 hektare
Banjir tersebut menimbulkan kerugian yang mencapai Rp18 miliar per musim tanam.
Kalkulasinya, bila produktivitas panen gabah kering 5,6 ton per hektare, lalu dikalikan 512 hektaree, maka potensi kehilangan produksi padi sebanyak 2.867,2 ton dalam satu musim tanam.
“Setara dengan Rp 18.636.800.000, dengan asumsi harga gabah Rp6.500 per kilogram,” katanya.
Fransisco berharap, pemulihan lahan pertanian di daerah teresebut bisa kembali menggenjot produktivitas padi di wilayah tersebut.


















