Tim mengamankan sampel makanan, sisa pangan, serta spesimen dari korban untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab kejadian dan langkah penanganan selanjutnya.
“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan,” jelas Hakam.
Di sisi lain, Dinkes terus berkoordinasi dengan pihak SMK Negeri 6, penyelenggara SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi), Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta lintas sektor terkait guna mempercepat proses penelusuran.
Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan.
Dinkes juga terus memantau kondisi pasien yang menjalani perawatan maupun observasi, sekaligus melakukan pendataan terhadap seluruh penerima manfaat yang berpotensi terdampak agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Perkembangan penyelidikan epidemiologi maupun hasil pemeriksaan laboratorium akan disampaikan secara berkala setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan. [AZM]

















