Oleh karena itu, sejumlah upaya dilakukan untuk mencegah adanya penggunaan joki dalam SNBT 2026 ini, salah satunya dengan menempatkan para peserta dengan minat pada Prodi Kedokteran pada hari pertama dan kedua ujian (21-22/4).
Strategi penempatan jadwal ujian di awal waktu tersebut sengaja dirancang sebagai langkah mitigasi kejutan yang sama sekali tidak diprediksi oleh para peserta demi meminimalkan celah kecurangan.
“Oleh karena itu, mengapa di tahun ini pada saat pelaksanaan UTBK, khusus untuk peserta dengan peminatan Prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi itu kita tempatkan di hari pertama dan hari kedua,” ucap Eduart Wolok.
Diketahui, Panitia SNPMB menemukan sebanyak 38 kecurangan dalam pelaksanaan SNBT pada tahun ini. Panitia mengambil tindakan tegas dengan memasukkan seluruh pelaku kecurangan ke dalam blacklist, sehingga mereka tidak diperkenankan untuk mengikuti seleksi masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) manapun. ***


















