Akademisi Puji Program Wali Kota Semarang Soal Kebersihan dan Dana Operasional RT

sosok Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. (matasemarang.com/Lia Dina)
sosok Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. (matasemarang.com/Lia Dina)

Sejumlah guru besar Universitas Diponegoro pun menilai capaian itu awal yang positif bagi pemerintahan yang baru berjalan beberapa bulan.

Hal senada juga diungkapkan Guru Besar Universitas Diponegoro, Prof. Dr. FX Sugiyanto, yang menilai hasil survei tersebut merupakan capaian yang baik untuk pemerintahan baru.

“Cukup tinggi masyarakat yang puas, yakni 77,4 persen, tetapi yang tidak puas juga masih satu per lima penduduk kota Semarang. Artinya cukup tinggi juga,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tiga Puskesmas di Semarang Layani CKG Plus

Menurut Sugiyanto, meskipun baru menjabat beberapa bulan, secara umum langkah awal pemerintahan Agustina–Iswar menunjukkan arah yang positif dengan berbagai capaian nyata.

“Namun agar manfaatnya dirasakan lebih luas, perhatian terhadap proses komunikasi, keterlibatan mitra strategis seperti DP2K, dan keberlanjutan birokrasi menjadi kunci penting untuk memperkuat fondasi pemerintahan yang inklusif, efektif, dan akuntabel,” jelasnya.

“Yang paling diapresiasi adalah program bantuan Rp25 juta untuk setiap RT per tahun,” ungkap Sugiyanto.

Hanya saja menurutnya, ada batasan penggunaan anggaran yang dinilai belum tersosialisasi dengan baik, sehingga masih banyak RT yang bingung dan ragu memanfaatkan karena tidak memahami risikonya.

BACA JUGA  Agustina, Wali kota Semarang Segera Terapkan Sistem Sanitary landfill dan Program PSEL di TPA Jatibarang

Lebih jauh, Sugiyanto mengingatkan ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius, antara lain banjir dan lapangan kerja.

“Terutama banjir, yang apabila terjadi langsung dirasakan oleh masyarakat yang terkena bencana. Ini perlu mendapat perhatian sangat serius. Juga masalah penanganan sampah,” jelasnya.

Pos terkait