Sementara di level sekolah menengah, jaringan kerja sama mencakup SMK Negeri Jateng, SMK Negeri 3, SMKN 4, SMKN 7, SMKN 8 Semarang, hingga SMK NU Bandar Kendal.
Wawan memastikan kerja sama ini bukan sekadar pemanis administratif atau agenda seremonial di atas kertas belaka.
Lewat program ini, PDAM Tirta Moedal siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi pelajar dan mahasiswa untuk menjadikan seluruh fasilitas perusahaan sebagai laboratorium riset berskala besar.
“Kami ingin riset-riset akademis dari kampus langsung diuji coba untuk memecahkan problem riil kami di lapangan. Mulai dari urusan konservasi air, efisiensi konsumsi energi, digitalisasi sistem pipa distribusi, hingga program edukasi lingkungan ke masyarakat,” paparnya.
Adapun ruang lingkup perjanjian ini mencakup program magang intensif, riset dan pengembangan (R&D), pengabdian masyarakat, program praktisi mengajar, hingga metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) demi mencetak lulusan yang siap kerja.
Sambut Baik Akses Data Riil Lapangan
Langkah progresif ini mendapat sambutan hangat dari dunia akademik. Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Prof. Suparjo, menyatakan bahwa institusi pendidikan sangat membutuhkan mitra industri yang valid agar teori yang diajarkan di kelas bisa sinkron dengan dinamika lapangan.
“Dunia kampus memerlukan data mentah dan kondisi riil di lapangan agar hasil penelitian mahasiswa atau dosen memiliki validitas yang kuat dan fungsional. Kami berharap kolaborasi ini berumur panjang,” kata Prof. Suparjo.
















