Para peserta akan membahas berbagai aspek penting dalam implementasi program makanan sekolah, mulai dari penguatan rantai pasok lokal, keamanan dan higienitas pangan, pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pemantauan dan akuntabilitas.
Forum ini juga menyoroti peran strategis UMKM, koperasi, dan aktor lokal dalam mendukung penyediaan bahan pangan serta memperkuat ekonomi lokal melalui rantai pasok program makanan sekolah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta dijadwalkan mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota Semarang untuk melihat secara langsung pelaksanaan program di lapangan, termasuk keterlibatan pelaku lokal dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi.
Penyelenggaraan Forum ini sejalan dengan mandat para Pemimpin ASEAN, khususnya melalui ASEAN Leaders’ Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crises pada 2023, yang mendorong penguatan sistem pangan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui Forum ASEAN-ID Nourish, Indonesia mendorong kerja sama regional di bidang pangan, gizi, dan pembangunan sumber daya manusia yang lebih konkret, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat ASEAN.
Wali kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut baik adanya Forum ASEAN-ID Nourish dan juga dialog nasional praktik baik MBG.
“Sinergi dengan para ahli dan tinjauan langsung ke unit-unit pelayanan ini menjadi modal bagi tiap daerah. Kita ingin standar gizi yang tinggi dan keamanan pangan yang ketat menjadi fondasi utama kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia,” tandasnya.


















