Campus League Badminton Regional Semarang Tuntas, Berikut Daftar Para Juara

Final Campus League Badminton Regional Semarang (matasemarang.com/Lia DIna)
Final Campus League Badminton Regional Semarang (matasemarang.com/Lia DIna)
  • Campus League Badminton Regional Semarang diharapkan mampu lahirkan talenta muda yang bisa lolos ke Pelatnas

MATASEMARANG.COM – Rangkaian pertandingan dalam ajang Campus League Badminton Regional Semarang di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro (Undip) berakhir pada Sabtu, 29 Agustus 2026 malam.

CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan penyelenggaraan musim perdana Campus League di Regional Semarang ini merupakan upaya untuk terus berperan dalam menjaga tradisi prestasi badminton Indonesia.

Dengan hadir di level perguruan tinggi, Campus League menjadi wadah kompetitif bagi talenta-talenta pebulutangkis mahasiswa.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Gagal Raih Poin di Hungaria, Posisi Veda di Klasemen Moto3 Melorot

“Badminton merupakan salah satu olahraga unggulan dari Indonesia dan itu sesuatu yang kita bersama ingin terus jaga. Campus League ingin berkontribusi paling tidak di level kampus. Kami hadir di badminton untuk bisa menaungi talenta-talenta pebulutangkis yang sangat baik, tapi mungkin tidak bisa menembus ke Pelatnas. Ajang ini juga dirancang agar atlet tidak harus memilih antara olahraga dan pendidikan,” kata Ryan.

Untuk mengakomodasi tingginya antusiasme dan partisipasi para student-athlete, Campus League Badminton Regional Semarang mempertandingkan dua kategori sekaligus, yaitu perorangan dan beregu, baik untuk putra maupun putri.

BACA JUGA  Gerald Vanenburg Soroti Tumpulnya Striker Timnas Indonesia U-23

Terobosan juga dilakukan Campus League dengan menerapkan sistem skor terbaru dari Badminton World Federation (BWF) di kompetisi ini, yang sekaligus jadi sarana adaptasi lebih dini bagi para pemain.

“Kami memang menerapkan sistem skor terbaru BWF untuk curi start, karena sudah ada kepastian akan diberlakukan regulasi baru ini secara menyeluruh. Jadi kami ingin para pemain, perangkat pertandingan, dan semua yang terlibat lebih cepat familiar, karena semakin terbiasa tentu akan semakin baik. Kami melihatnya sederhana, tapi arahnya memang jangka panjang. Karena sistem skor sebelumnya juga akhirnya akan kadaluarsa ketika aturan baru diterapkan, jadi kami berpikir untuk kepentingan long-term,”jelasnya.

Pos terkait