Bambang juga menyarankan kepada para orang tua untuk ikut memberikan edukasi dan mulai memperhatikan apa saja yang ditonton anak-anak di gawai untuk mencegah adanya cyber bullying.
“Anak-anak itu yang dilihat di handphone apa yang dilihat. Terus bagaimana interaksi dengan teman-temannya. Jangan sampai mereka melakukan cyber bullying ke teman-temannya, termasuk di sekolah,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Mualim mengingatkan para orang tua untuk mengubah pola pikir selama ini bahwa pendidikan adalah tanggung jawab pihak sekolah saja.
“Di dunia pendidikan ini harus komunikasi, orang tua menitipkan ke sekolahan itu, jangan setelah diterima dilepas. Tapi harus benar-benar dilibatkan. Bagaimana perkembangannya, hasilnya seperti apa, sikapnya anakku seperti apa,” urainya.
Sebaliknya, lanjut dia, guru juga harus memberikan informasi yang sebenar-benarnya tentang perkembangan peserta didik selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.


















