Ia menambahkan pengembangan KIS Kendal diproyeksikan akan menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja, dengan prioritas utama tetap tenaga kerja lokal dan sekitarnya.
“Tenaga lokal kita utamakan. Pasti itu. Nanti akan ada transfer teknologi. Kami juga dorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen, jadi kita pakai semua sumber daya lokal,” katanya.
Perwakilan dari PT NGM Hadi Hartanto mengatakan Jateng menjadi pilihan investasi karena sentralnya Pulau Jawa, dan situasi yang selalu terjaga dan kondusif.
“Mungkin jodoh. Kemudian keamanan sosial, di Jateng lebih aman dan tentram. Juga adanya KEK (kawasan ekonomi Kendal) yang memasukkan banyak investor, juga kemudahan perizinan yang bagus di Jateng,” katanya..
Ia menilai industri EV di Indonesia memiliki potensi besar di masa depan sehingga harus terintegrasi dan memikirkan hilirisasi, baik dari segi motor, elektrikal, maupun baterai.
“Tiga hal ini harus kuat kalau ingin mendorong transformasi ke kendaraan listrik,” katanya. [Ant]


















