MATASEMARANG.COM – Investor asal China menyuntikkan dana investasi sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik (elecric vehicle/EV) di Kawasan Industri Seafer (KIS), Kabupaten Kendal.
Investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT KIA Kendal dengan PT New Generation Mobility (NGM) serta PT NGM dengan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).
Ketiga perusahaan itu akan saling bekerja sama untuk pengembangan produk kendaraan listrik yang diproyeksikan menyerap sampai 10 ribu tenaga kerja.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan bahwa geliat investasi di Jateng tetap tumbuh di provinsi tersebut di tengah kondisi geopolitik internasional dan tekanan fiskal.
Dengan adanya investasi tersebut, kata dia, diharapkan dapat menciptakan peluang dan kesempatan kerja yang besar bagi masyarakat sekitar.
Menurut dia, investasi tersebut juga menyatukan antara industri kendaraan listrik dan energi terbarukan.
“Investasi ini sudah mengarah ke teknologi industri terbarukan. Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menetapkan energi terbarukan,” katanya.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal Bryan W Sudarwo mengatakan investasi tersebut akan menumbuhkan kawasan industri yang fokus pada industri EV.
Mulai dari baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.
“Semua terintegrasi. Kami akan mengembangkan ini semua dengan restu Gubernur dan Bupati, guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” katanya.


















