MATASEMARANG.COM – Hanyutnya Jembatan Metro 2 yang menghubungkan Kelurahan Meteseh dan Rowosari Kecamatan Tembalang ditanggapi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto.
Suwarto mengatakan pembangunan jembatan metro 2 secara swadaya oleh masyarakat tersebut memang tidak sepengetahuan Pemerintah Kota Semarang.
Namun demikian, jembatan yang dinilai sangat penting bagi masyarakat tersebut, oleh DPU rencananya akan dilakukan kajian feasibility study (FS) atau kajian tahap awal dalam perencanaan proyek konstruksi.
Pihaknya berupa membuat kajian dan mengusulkan untuk adanya pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut.
Namun Suwarto menilai untuk membangun jembatan di lokasi tersebut ada beberapa hal yang harus dilalui agar pembangunan jembatan bisa terlaksana.
“Dari wilayah tersebut memang belum ada laporan ke kami, baru info dari dewan. Kita harus cek dulu di sana, apakah layak dibangun jembatan atau tidak. Jika memungkinkan ada jembatan, tahun 2026 mungkin kita buat FSDD (Fungsi, Struktur, Desain, dan Detail) dulu dan kemungkinan 2027 terlaksana pembangunannya jika disetujui,” jelas Suwarto Selasa, 11 November 2025.
Meski jembatan tersebut menjadi akses vital masyarakat, namun DPU tetap harus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang.
Pasalnya, aliran Sungai Babon yang akan melintasi jembatan tersebut merupakan kewenangan dari BBWS Pemali Juana.
“Tetap kita harus meminta rekom BBWS karena akan ada pemakaian aset untuk pembangunan jembatan,” tuturnya.


















