MATASEMARANG.COM – Jembatan Metro 2 yang menghubungkan Kelurahan Meteseh dan Rowosari Kecamatan Tembalang hanyut akibat derasnya arus Sungai Babon.
Padahal jembatan tersebut merupakan akses vital yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Dini Inayati mendesak Pemerintah Kota Semarang untuk segera bertindak cepat membangun kembali jembatan tersebut secara permanen.
Jembatan Metro 2 tersebut dibangun secara swadaya oleh warga menggunakan bambu dan kayu. Jembatan ini memiliki peran ganda yaitu sebagai penghubung penting bagi aktivitas sosial dan ekonomi, serta berfungsi sebagai jalur alternatif yang krusial untuk mengurai kemacetan di Jembatan Metro 1, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga. Selain menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial, juga berfungsi mengurai kemacetan di kawasan Metro. Kami berharap Pemkot Semarang bisa memfasilitasi pembangunan kembali dengan jembatan permanen,” kata Dini, Selasa, 11 November 2025.
Saat meninjau lokasi, Dini langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Camat Tembalang. Ia menyampaikan aspirasi warga agar Pemkot membantu pembangunan jembatan, meskipun Sungai Babon berada di bawah kewenangan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana.
Namun lahan yang digunakan untuk pembangunan jembatan adalah fasilitas umum (fasum).
Dini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendorong Pemkot Semarang agar pembangunan jembatan permanen ini dapat segera direalisasikan demi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga Tembalang.


















