Fenomena “Mendadak Atlet” yang Berisiko bagi Usia Produktif

  • Memaksakan diri berolahraga berat tanpa mengetahui riwayat kesehatan dapat memicu henti jantung mendadak di luar rumah sakit, terutama jika seseorang memiliki faktor risiko tersembunyi seperti hipertensi atau gangguan irama jantung (atrial fibrilasi)

MATASEMARANG.COM – Akhir-akhir ini muncul fenomena di kalangan anak muda yang berolahraga dengan intensitas tinggi yang dikenal dengan istilah “mendadak atlet”.

Tanpa mengecek kondisi fisik dan tekanan darah, mereka berolahraga dengan menguras tenaga habis-habisan. Padahal, olahraga seperti ini punya risiko serius.

BACA JUGA  Demi "Tina", Amanda Manopo Naikkan Berat Badan 14 Kg

Oleh karena itu, dokter spesialis jantung dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K) mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan usia produktif, mewaspadai fenomena “mendadak atlet” seiring meningkatnya tren olahraga intensitas tinggi tanpa diimbangi pemeriksaan kondisi fisik dan tekanan darah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Beberapa Pertanyaan yang Pantang Diucapkan ketika Melayat

Rizky, yang juga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), mengatakan antusiasme masyarakat mengikuti tren olahraga seperti lari jarak jauh hingga Hyrox sangat positif, namun kerap tidak dibarengi dengan pemahaman atas batas kemampuan tubuh.

“Banyak yang begitu memakai jersey, langsung merasa menjadi atlet mendadak dan tidak bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Olahraga itu yang penting niatnya untuk bergerak, bukan harus selalu berkompetisi,” kata Rizky yang juga Ketua Panitia Hari Jantung Sedunia 2026 dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu.

BACA JUGA  2 Tahun Hadir di Semarang, Awanncosta Sedot 1,3 Juta Pengunjung

Memaksakan diri berolahraga berat tanpa mengetahui riwayat kesehatan, menurut dia, dapat memicu henti jantung mendadak di luar rumah sakit (out-of-hospital cardiac arrest atau OHCA), terutama jika seseorang memiliki faktor risiko tersembunyi seperti hipertensi atau gangguan irama jantung (atrial fibrilasi).

Pos terkait