MATASEMARANG.COM – Perusahaan layanan transportasi daring berbasis aplikasi (aplikator) Grab Indonesia menyambut inisiatif pemerintah yang tengah meninjau kembali struktur biaya jasa atau tarif transportasi daring seperti ojek dan taksi online.
“Sampai saat ini, Grab terus berkoordinasi dengan instansi pemerintahan terkait, terutama Kementerian Perhubungan. Ini untuk mendukung implementasi kebijakan yang mengedepankan kesejahteraan mitra pengemudi. Juga demi kenyamanan pengguna dan keberlangsungan industri secara keseluruhan,” kata Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy di Jakarta, Selasa.
Pihaknya memahami selama lebih dari tiga tahun terakhir, belum ada penyesuaian biaya jasa signifikan. Padahal, di lapangan, mitra pengemudi menghadapi peningkatan biaya hidup dan operasional.
“Grab melihat kajian penyesuaian biaya jasa merupakan langkah tepat. Hal ini demi membangun ekosistem transportasi yang lebih adil, berkelanjutan, dan mengayomi semua pihak,” ujar dia.
“Kami percaya wacana ini perlu kajian menyeluruh dan proporsional. Grab menyadari baik pengguna maupun mitra pengemudi memiliki kebutuhan dan preferensi beragam,” imbuhnya.
Ia mengatakan, saat ini, tersedia berbagai platform layanan di pasar, termasuk yang menawarkan skema komisi lebih rendah dari 20 persen.
Dalam ekosistem yang terbuka dan kompetitif ini, setiap mitra memiliki keleluasaan memilih platform yang paling sesuai dengan harapan dan kebutuhannya.
“Grab percaya bahwa dalam lanskap tersebut, kualitas layanan, keberlanjutan dukungan, dan komitmen terhadap kesejahteraan mitra akan menjadi faktor pembeda yang utama,” ujar Tirza. (Ant)
Grab Dukung Pemerintah Tinjau Ulang Struktur Tarif Ojol


















