Jubir Unsoed: Mahasiswa yang Diduga Dianiaya Terlibat Laporan Kekerasan Seksual

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)

Komitmen Anti-Kekerasan dan Layanan Advokasi

Unsoed menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam bentuk apa pun.

Seluruh korban maupun saksi yang mengetahui kejadian tersebut diminta untuk tidak ragu melapor.

Sebagai bentuk perlindungan kepada sivitas akademika, Unsoed tidak hanya menyediakan Satgas PPK sebagai pihak berwenang, tetapi juga membuka layanan advokasi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Jurusan Kimia UIN Walisongo Hadirkan 2 Dosen Tamu dari UPSI Malaysia

“Unsoed menyediakan layanan advokasi dan bantuan hukum bagi seluruh sivitas akademika yang menghadapi berbagai masalah hukum,” pungkas Dian.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh proses penyelesaian masalah di lingkungan kampus berjalan sesuai dengan prosedur hukum dan regulasi yang berlaku di perguruan tinggi.

Pihak Unsoed memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penganiayaan mahasiswa berinisial D. Kampus menyebut adanya keterkaitan dengan laporan kekerasan seksual di Satgas PPK

Pos terkait