“Seperti Pak Zainal Petir, kepeduliannya terhadap rakyat kecil dan konsistensinya membela hak-hak masyarakat tertindas sangat terlihat. Bahkan, beliau sudah dua kali menerima penghargaan serupa,” tambahnya.
Tak Menyangka
Sementara itu, Petir mengaku tidak menyangka akan menerima penghargaan tersebut.
“Saya ditelepon panitia untuk hadir, karena agak enggak enak badan mau izin. Eh, malah dapat penghargaan. Niat saya semata-mata membela masyarakat tidak mampu, lillahi ta’ala, untuk menegakkan keadilan,” ungkapnya.
Penghargaan ini diberikan kepada advokat yang dinilai konsisten memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma, berpihak pada masyarakat kurang mampu, serta memiliki kontribusi nyata dalam memperluas akses keadilan.
Sunarto menegaskan Ikadi ingin mendorong lahirnya advokat yang tidak hanya berorientasi pada industri hukum, tetapi juga memiliki semangat pengabdian.
Menurut Cak Narto, masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses bantuan hukum karena stigma biaya yang mahal.
“Ikadin ingin menjadi jembatan. Kami mendorong anggota untuk memiliki semangat juang dalam membela keadilan, terutama bagi masyarakat yang lemah secara ekonomi maupun pengetahuan,” jelasnya.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi advokat lain untuk terus berkontribusi dalam memperluas akses keadilan.
Rapat anggota cabang DPC Ikadi Kota Semarang juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah perjuangan advokat ke depan.
Sekretaris Jenderal DPP Ikadin Rivai Kusumanegara, MH, menyebut RAC sebagai forum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi.

















