Kota Semarang Mantapkan Transformasi Berkelanjutan

Layanan Dasar yang Mendekat

Pada sektor layanan dasar, Pemkot memberikan diskon sambungan air bersih Rp550 ribu per kartu keluarga (KK) dengan syarat minimal 10 KK dalam satu kelompok. 

Program ini menyasar permukiman padat yang selama ini terkendala biaya pemasangan baru. Lebih jauh, layanan air tangki gratis disediakan sepanjang 2026 untuk daerah rawan bencana, kekeringan, dan kebutuhan kegiatan keagamaan. 

Diskon 10 persen untuk layanan sedot tinja juga berlaku dengan kuota terbatas, sebuah upaya mengatasi persoalan sanitasi yang kerap luput dari perhatian.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Program BRT Trans Semarang Gratis Sudah Dirasakan Pelajar dan Mahasiswa

Wali Kota Agustina menekankan bahwa kado-kado ini lahir dari data. 

“Kami tidak asal bagi. Setiap program didasarkan pada keluhan yang masuk lewat saluran partisipasi warga, media sosial, hingga musrenbang. Inilah bentuk kehadiran negara yang responsif,” ujarnya.

Pariwisata dan Perizinan: Dua Sisi Mata Uang

Di sektor pariwisata, seluruh objek wisata di Kota Semarang digratiskan pada 2 Mei 2026. Kebijakan ini diharapkan mendongkrak kunjungan sekaligus menghidupkan kembali ekonomi kreatif yang masih dalam masa pemulihan pascapandemi. 

BACA JUGA  Sukseskan MTQ Nasional di Semarang, Wali Kota Minta Dukungan Ulama

Namun, yang lebih strategis adalah program Lampion (Layanan Mudah dan Cepat Perizinan Online) yang dihadirkan pada 5 Mei 2026. Program ini memberikan kemudahan dan diskon untuk layanan laboratorium serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

“Perizinan yang rumit selama ini menjadi salah satu hambatan utama UMKM. Kami potong simpulnya,” tegas Agustina.

Kesehatan: Fokus pada Kelompok Rentan

Dalam ranah kesehatan, Pemkot Semarang tidak sekadar menggelar bakti sosial massal. Bantuan difokuskan pada ibu hamil risiko tinggi dan bayi berat lahir rendah (BBLR) di tiga kecamatan prioritas pada 5–7 Mei 2026. 

Pos terkait