Ia merinci, lokasi parkir alternatif yang disiapkan antara lain parkir ruko Jalan Pandanaran, parkir Museum Mandala Bhakti, parkir Gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang, off street parking Jalan Simpang Lawang Sewu, Metro Point dan DMZ Kota Lama, off street parking Jalan Sendowo, basement Pasar Bulu, hingga pemanfaatan halaman parkir Balai Kota.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, Pemkot Semarang juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.
“Rekayasa lalu lintas dilakukan secara insidentil bersama jajaran kepolisian, disertai penyampaian informasi melalui pengeras suara di simpang-simpang atau traffic light, serta optimalisasi pengaturan lalu lintas melalui ATCS,” jelasnya.
Selain itu, petugas derek Dishub disiagakan dan berpatroli secara situasional di pusat-pusat keramaian dan kawasan wisata. Terkait kantong parkir alternatif, Agustina menyebutkan Pemkot Semarang menggandeng pihak swasta.
“Kami bekerja sama dengan sejumlah pihak swasta untuk menyediakan kantong parkir alternatif, seperti eks Gama Plaza Simpang Lima, Museum Mandala Bhakti Tugu Muda, Metro Point dan DMZ Kota Lama, serta kantong parkir Pekunden atau Batan,” ungkapnya.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas saat puncak kunjungan wisatawan.
Koordinasi lintas instansi juga menjadi fokus utama. Agustina menegaskan, Dishub tidak bekerja sendiri dalam menyambut Nataru. “Untuk kenyamanan wisatawan, Dishub mengadakan ramp check guna mengecek keamanan armada dan kondisi fisik kendaraan bersama kepolisian dan OPD terkait,” ujarnya.


















