Lima Meninggal, hingga Selasa Pagi Petugas Masih Berjuang Evakuasi Tiga Penumpang yang Terjepit

MATASEMARANG.COM – Sebanyak lima orang meninggal dunia setelah KA Argo Bromo Anggrek menabrak dari belakang kereta CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026).

Petugas hingga Selasa pagi juga terus berjuang mengevakuasi tiga penumpang masih terjepit di gerbong CommuterLine. Petugas tim SAR gabungan menerapkan skema bergantian untuk menyelamatkan korban dengan memotong besi rangkaian gerbong KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, pada Selasa pagi 05.53 WIB

Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam video yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan personel Basarnas dan tim SAR gabungan menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong bagian-bagian rangkaian KRL yang menahan tubuh korban.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Potongan Aplikator ke Ojol Dipangkas, Prabowo: Enak Saja Dia yang Dapat Duit

“Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban yang masih terhimpit tetap stabil selama proses penyelamatan,” kata dia.

Dia mengungkapkan mereka harus penuh kehati-hatian dan bekerja secara efektif karena ruang gerbong KRL sempit, mengingat sebagian dari kepala KA Agro Bromo masuk ke dalamnya.

Dengan begitu, lanjutnya, bagian dalam gerbong KRL itu hanya bisa memuat maksimal sebanyak 25 petugas SAR termasuk tenaga medis.

BACA JUGA  Nyali Anggota DPRD sebagai Detektif hingga Mengejar Truk Berisi Solar Subsidi

“Yang pasti kita bekerja nonstop, tidak ada jeda. Personel yang akan kami ganti dari luar masuk ke dalam gerbong, kemudian di dalam kita bergantian. Dan tentunya yang kita libatkan adalah personel-personel yang memang memiliki kemampuan untuk ekstriksasi. Itu yang utama,” ucapnya.

Pos terkait