Penyebab lainnya adalah obesitas sentral atau penumpukan lemak viseral di rongga perut. Menurut dia, kondisi tersebut dapat terjadi pada orang dengan indeks massa tubuh normal sehingga tidak selalu terlihat dari bentuk tubuh.
“Jadi jangan hanya melihat angka di timbangan. Bisa saja berat badannya normal, tetapi lemak di rongga perutnya banyak,” katanya.
Ia menjelaskan obesitas sentral pada populasi Asia ditandai dengan lingkar pinggang lebih dari 90 sentimeter pada pria dan lebih dari 80 sentimeter pada perempuan.
Karena itu, Susetyo mengimbau masyarakat tidak hanya memperhatikan berat badan, tetapi juga menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala, terutama bila memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga. [Ant]


















