“Seluruh nama yang diajukan telah melalui penelitian dan pengkajian mendalam oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), melibatkan pakar lintas disiplin ilmu, serta disinergikan antara pemerintah daerah dan pusat,” ujar Menbud.
Dia menjelaskan, nama Soeharto telah diusulkan sebanyak tiga kali, termasuk pengusulan sebelumnya pada 2011 dan 2015. Pada usulan tahun ini, Soeharto menjadi salah satu dari 40 usulan nama penerima gelar pahlawan nasional dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Menurut Menbud Fadli, pengkajian gelar kehormatan tersebut melibatkan sinergisitas antara pemerintah daerah hingga pemerintah pusat dengan turut mengikutsertakan para ahli dari berbagai bidang ilmu. (Ant)


















