Pemerintah Siapkan RUU Antipropaganda Asing, Yusril: Tidak Akan Lemahkan Demokrasi

Ia pun mencontohkan propaganda asing sempat melanda Indonesia pada tahun 1970-an. Yusril bercerita ketika itu ada propaganda terkait bahaya minyak kelapa, padahal Indonesia kaya akan tumbuhan itu.

Dia menilai narasi tersebut merupakan propaganda pihak asing yang ingin memajukan industri minyak jagung atau kedelai milik mereka.

“Kemudian, kita tanam kelapa sawit dan Indonesia menjadi eksportir terbesar palm oil dunia. Propaganda lagi, kelapa sawit itu begini; itu disinformasi pihak asing dan kita bilang ‘Oh iya, iya,’ malah kita jadi perpanjangan tangan pihak asing untuk kepentingannya mereka dan merusak kepentingan nasional kita sendiri,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  MUI Keluarkan Fatwa Haram Buang Sampah ke Sungai dan Laut

Menurut Yusril, narasi-narasi yang demikian harus diwaspadai. Indonesia, katanya menekankan, harus menjaga kepentingan nasional. [Ant]

Pos terkait