LNHAM: Kerusuhan Agustus 2025 Ada Keseragaman Pola dan Sistematis

Kerusuhan Agustus 2025
Pengunjuk rasa menghindari tembakan gas air mata dari anggota kepolisian di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar/aa

MATASEMARANG.COM – Kembaga Nasional Hak Asasi Manusia (LNHAM) mengungkapkan telah melakukan  pemantauan dan analisis terhadap rangkaian peristiwa aksi unjuk rasa dan kerusuhan pada Agustus-September 2025.

Dari pemantauan itu menurut Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian, disimpulkan bahwa peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi telah menimbulkan korban dalam jumlah yang signifikan.

“Baik secara fisik, psikis, maupun kerugian materiel dengan sebaran dampak yang meluas di berbagai wilayah,” kata Saurlin di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Aktivis Ingatkan Bahaya Sunat Perempuan

LNHAM yang terdiri dari Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi Nasional Disabilitas (KND), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta Ombudsman RI.

Saurlin menjelaskan bahwa salah satu hal yang disoroti adalah aparat yang cenderung menggunakan kekuatan berlebih terhadap ketertiban umum atau keselamatan jiwa.

Selain itu, ditemukan adanya pola kejadian berulang dengan karakteristik yang relatif serupa pada setiap peristiwa. Hal itu menurut dia, menunjukkan bahwa insiden yang terjadi tidak berdiri sendiri atau bersifat kasuistik.

BACA JUGA  Tiba dari Australia, Presiden Langsung Rehabilitasi Dua Guru ASN yang Dikriminalisasi

Saurlin mengatakan bahwa terdapat indikasi keseragaman pola, metode, serta konteks terjadinya peristiwa yang mengarah pada dugaan kuat adanya praktik yang terstruktur dan berlangsung secara meluas.

Karena itu, LNHAM menilai bahwa kondisi ini tidak dapat dipandang sebagai peristiwa insidental semata, tetapi juga mencerminkan adanya persoalan sistemis.

Pos terkait