Pemkot Semarang Dapat Tambahan Pompa dan Pengerukan Kolam Retensi Usai Rakor dengan Gubernur

Wali Kota Semarang ikuti Rakor dengan Gubernur Jateng. (matasemarang.com/Lia Dina)
Wali Kota Semarang ikuti Rakor dengan Gubernur Jateng. (matasemarang.com/Lia Dina)

“Kami mendukung langkah Gubernur untuk menambah pompa dan melakukan pengerukan kolam retensi agar daya tampung air meningkat,” tuturnya.

Selain itu, Pemkot Semarang berencana membangun embung tambahan di lahan milik pemerintah kota pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi aliran air menuju kawasan rendah.

“Pemerintah Kota akan terus berupaya melakukan langkah-langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir, termasuk pembuatan embung-embung baru di wilayah timur,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cegah Kecelakaan, Dishub Diminta Tegas Saat Uji KIR Armada Trans Semarang

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp442 juta yang diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bahan makanan hingga kebutuhan pengungsi.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan keputusan penting dari Gubernur Ahmad Luthfi yang telah disetujui Kementerian PU, yakni penambahan lima unit pompa dengan total kapasitas 2.000 liter per detik, pengerukan Kolam Retensi Terboyo, dan normalisasi sungai-sungai pengalir air dari Semarang hingga Demak.

BACA JUGA  5 Wali Kota sejak Era Reformasi; Kebijakan dan Prestasi yang Mengubah Semarang

Dengan kolaborasi lintas instansi ini, Agustina optimistis penanganan banjir di Kota Semarang dapat berjalan lebih efektif.

“Saya kira kita tidak bisa berdiam. Harus ada upaya yang tampak dan terukur untuk mengurangi genangan air, demi keselamatan dan kenyamanan warga,” pungkasnya.

Pos terkait