Pendangkalan Muara Batang Rugikan 10 Ribu Nelayan, Biaya Operasional Membengkak

Kapal nelayan di Pelabuhan Batang kesulitan keluar-masuk akibat pendangkalan muara (foto: Pemkab Batang)
Kapal nelayan di Pelabuhan Batang kesulitan keluar-masuk akibat pendangkalan muara (foto: Pemkab Batang)

MATASEMARANG.COM – Ribuan nelayan di Kabupaten Batang mengalami kerugian besar akibat pendangkalan muara sungai.

Kondisi tersebut membuat kapal kesulitan keluar-masuk pelabuhan, bahkan sebagian tidak bisa bergerak sama sekali.

Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Batang Teguh Tarmojo menyebut lebih dari 10.000 nelayan terdampak, baik pengguna kapal kecil, sedang, maupun besar.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Dua Warga Pemalang Disambar Petir saat Berteduh Usai Hadiri Tahlilan

“Biaya operasional bisa naik sekitar 10 persen. Untuk sekali bongkar muat, tambahan biayanya bisa sampai Rp10 juta karena sistemnya jadi dua kali kerja,” ungkap Teguh 6 Februari 2026 dikutip dari laman resmi Pemkab Batang.

Pendangkalan memaksa nelayan melakukan bongkar muat di dermaga luar atau menggunakan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Batang yang sejatinya pelabuhan niaga. Kondisi ini menambah beban biaya dan waktu kerja.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah Muslichah menyebut tahun ini telah dialokasikan anggaran sekitar Rp50 juta untuk pengerukan muara melalui Pelabuhan Klidang Lor. Namun anggaran tersebut hanya untuk biaya operasional awal.

BACA JUGA  PBI JKN Nonaktif Bakal Direaktivasi Secara Otomatis dalam Tiga Bulan

Untuk solusi jangka panjang, pemerintah tengah mengupayakan pembangunan kolam pelabuhan baru di lahan eks Kali Sambong, meski masih dalam tahap negosiasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Nelayan berharap pengerukan muara dapat segera diintensifkan agar aktivitas kembali normal.

Selain itu, percepatan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sengkandu juga dinilai penting untuk mengurangi kepadatan kapal di satu muara.

Pos terkait