“Pelaksanaan pekerjaan jalan di ruas Kaligawe arah Semarang telah dimulai. Pengecoran rigid beton FS 45 sudah terlaksana 1.000 meter kubik dari total 4.800 meter kubik. Pelaksanaan pekerjaan di Kaligawe juga terus dikoordinasikan dengan Lantas Semarang agar arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali,” ujarnya.
Selain peninggian badan jalan, kata Dody, penanganan di Kaligawe juga dilengkapi pembangunan sistem pengendalian banjir secara berlapis, salah satunya melalui pemasangan turap beton atau Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sepanjang 8 meter di sisi Sungai Tenggang. Struktur tersebut berfungsi memperkuat tebing sungai dan mendukung sistem pengendalian air di kawasan Kaligawe.
Untuk mempercepat pengaliran air dari badan jalan, Kementerian PU juga membangun sodetan permanen di kawasan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) sepanjang sekitar 228 meter, dengan lebar 4 meter dan kedalaman 2,5 meter. Saluran tersebut dirancang untuk mengalirkan air dari Jalan Nasional Kaligawe menuju Kolam Retensi Unissula, sebelum selanjutnya dipompa menuju Kolam Retensi Terboyo.
Kolam Retensi Terboyo yang terintegrasi dengan sistem pengendalian banjir kawasan Semarang memiliki panjang tanggul 6,55 km dan luas layanan sekitar 189 hektare.
Infrastruktur tersebut dilengkapi enam unit pompa axial vertical berkapasitas masing-masing 5 meter kubik per detik serta dua unit pompa submersible berkapasitas masing-masing 500 liter per detik.
Kementerian PU berupaya memastikan kondisi jalan nasional di kawasan Kaligawe dan ruas Trengguli–Demak/Kudus semakin baik dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

















